Mari Pikirkan...


Mari kita pikirkan sekali lagi mengenai hari-hari yang telah kita lalui. Kita mundur sejenak ke belakang, mengingat kembali beberapa kisah yang telah kita lewati. Tak ada yang bisa menjamin bahwa semua yang telah kita lalui sepanjang hidup ini adalah sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang membuat kita bersorak penuh kebahagiaan, sesuatu yang membuat senyum kita merekah dengan indah. Tak ada juga yang bisa menjamin bahwa semua yang telah kita lalui sepanjang hidup ini adalah sesuatu yang menyedihkan, sesuatu yang membuat kita kesal, jengkel, bahkan ingin menyerah. Keduanya silih berganti datang mewarnai setiap hari kita, setiap kisah kita, setiap langkah kita.
Mari kita pikirkan sekali lagi, sudah seberapa banyak rasa bersyukur yang kita tunjukan dalam menjalani setiap hari-hari yang telah terlewati. Atau, sudah berapa banyak keluhan yang telah terucapkan dalam menjalani hidup sehari-hari.
Sudahkah kita bersyukur? Sudahkah kita memaklumi setiap hal yang terjadi dalam hidup ini bukanlah suatu kesialan, melainkan suatu tahap pembelajaran bagi kita agar kita mampu menjadi lebih baik dan lebih kuat dalam menghadapi segala rintangan hidup? Sudahkan kita berpikir positif akan setiap hal yang telah terjadi?
Atau, apakah kita hanya berkeluh kesah? Apakah kita merasa hidup ini tidak adil, merasa kita adalah orang paling tidak beruntung, merasa hidup kita hanyalah cobaan? Apakah kita hanya selalu berpikir untuk menyerah kalah? Sudah berapa kali timbul keinginan untuk berhenti mencoba terlintas dibenak kita?
Sudahkah kita melihat ke sekitar kita? Pernahkah kita menyadari keberadaan orang lain di sekeliling kita? Pernahkah kita berhenti hanya fokus pada diri kita? Bukan hanya kita yang merasakan kesuksesan, dan juga bukan hanya kita yang merasakan kegagalan. Setiap orang merasakannya. Setiap orang pernah sukses dan setiap orang pernah gagal.
Apabila kita sukses, pernahkah kita berusaha membagi rasa bahagia kita kesekitar tanpa harus terlihat menyombongkan diri? Mampukah kita tetap bertindak dengan rendah hati tanpa memandang sebelah mata orang-orang lain yang masih berusaha sekuat tenaganya? Inginkah kita membantu sekeliling kita yang masih terus berjuang? Atau, kita hanya berdiam diri dan sibuk dengan apa yang telah kita raih? Melupakan yang lainnya, melupakan sekeliling kita.
Apabila kita gagal, masihkan kita mampu berpikir jernih untuk tidak merasa iri dengan mereka yang telah sukses? Mampukah kita tetap tegar hati, tetap semangat dalam melanjutkan setiap perjuangan? Sanggupkah kita terus melangkah kaki walau banyak duri yang menusuk hingga tiba akhirnya berlabuh ditempat tujuan? Terpikirkah untuk tetap bersyukur dan tidak bersungut-sungut? Atau, kita hanya mampu menyalahkan sekeliling kita, menyalahkan keadaan, dan merasa hidup ini tak adil.
Kita sering tak menyadari bahwa begitulah siklus hidup ini. Akan ada saat dimana kita akan merasakan kebahagiaan, begitu bahagianya hingga melupakan semua rasa sakit dan sedih yang sebelumnya telah kita alami. Akan ada saat dimana kita merasakan kesedihan, begitu sedihnya sehingga semua rasa senang yang pernah kita rasakan sebelumnya terlupakan oleh kita.
Kita tak bisa memastikan bagaimana kehidupan ini akan berjalan, bagaimana kehidupan ini akan mengombang-ambingkan perasaan hati kita, bagaimana kehidupan ini akan mengacaukan pikiran kita. 
Apapun yang akan terjadi di hari esok, tak ada satu pun yang bisa  kita pastikan.

Komentar