Aku dan sepi.

Hidup itu penuh tanda tanya ya. Benar-benar tak tertebak, tak bisa diprediksi. Cuma bisa direncanakan, tanpa ada jaminan 100% rencana itu bakal berhasil. 
24 tahun aku hidup, penuh tanda tanya untuk setiap hal yang selalu kurasakan, kualami, dan kulihat. Mungkin ada banyak orang lain di luar sana menjalani sesuatu yang sama sepertiku, mungkin juga ada yang lebih buruk, atau yang lebih baik. Setiap orang memang punya jalannya masing-masing. Tapi, ya terkadang rumput tetangga memang lebih hijau kan?

Aku dikelilingi oleh berbagai macam orang. Tapi, menurutku dari sudut pandangku aku selalu berpikir "Mengapa mereka semua seenak itu ya?" "Mengapa mereka bisa dapat yang seperti itu ya?" "Kenapa yang seperti itu tak pernah terjadi di aku ya?" "Kenapa aku gak pernah dapat yang begitu ya?".
Aku memiliki beberapa teman yang cukup dekat denganku. Bagiku, hanya mereka teman terdekatku. Bagi mereka, aku hanyalah salah satu dari teman terdekat mereka. Kalau tak bersamaku, mereka masih bisa bermain bersama yang lain, jalan dengan yang lain. Kalau aku tak bersama mereka, maka aku hanya bisa bersama diriku sendiri. 
Miris kadang kalau mengingat seperti hanya aku yang mengingat mereka, hanya aku yang selalu mengajak mereka (ya, walau kebanyakan ditolak). Tetapi mereka, jarang sekali mengajakku, mengingatku. 
Sungguh iri rasanya, saat kau ingin jalan-jalan atau pergi liburan, tapi gak ada satu orang pun yang bisa menemani. Ya memang berjalan-jalan sendirian itu juga seru, tapi terlalu sering juga lama-lama bisa merasa sepi. Aku dan sepi seperti sudah sepaket. 
Ketika kau lihat foto teman-temanmu sedang hangout, bermain, liburan dengan temannya yang lain. Dan yang bisa kau lakukan disini hanyalah membatin "Aku juga ingin pergi, tapi sama siapa? Mereka selalu menolak" atau ada yang akan mengatakan "Pergi sendiri saja, kau kan sudah terbiasa. Bukannya lebih asyik pergi sendiri ya?". Iya, aku sudah biasa dan sangat biasa sampai rasanya lelah selalu begitu. 
Terbiasa sendiri, bukan berarti aku tak membutuhkan sosok teman yang bisa menjelajah bersamaku. Iri rasanya ketika melihat orang-orang sekitarku, setidaknya memiliki satu teman yang pasti akan selalu ada untuknya, bersamanya, bermain bersamanya, dan menjelajah bersamanya. Aku juga mau.
Terbiasa sendiri sejak kecil, membuat aku diumurku yang sekarang ini merasakan betapa sepinya hidupku ini
Aku punya beberapa teman yang sudah kukenal sejak lama. Tadinya hubungan kami akrab, saling menyapa baik secara langsung maupun melalui media sosial. Namun, semakin berjalannya waktu semakin hilang. Memang hubungan itu perlu dipupuk agar tetap bertumbuh dengan baik, bukan malah layu dan mati begitu saja. Tapi aku merasa kalau hanya aku yang selalu berusaha. Bukan sekali dua kali hanya aku yang berusaha untuk tetap membangun hubungan itu, hanya aku yang selalu berusaha menggapai mereka. Tapi mereka, tidak. Mungkin ingat aku masih ada saja tidak. Capek tau selalu begitu. 
Buat orang-orang yang selalu bilang "Makanya jangan diam-diam aja, cari teman". Aku berusaha, tapi aku juga bisa lelah kalau hanya aku yang berusaha sementara yang lain bodoh amat. 
Buat orang-orang yang selalu bilang "Makanya bicara, jangan diam aja". Aku bicara, tapi tahukah kalian? Setiap aku bicara, tidak ada yang mendengarkan. Atau setiap kali aku bicara, aku disuruh diam. Padahal aku tidak bicara pada keadaan yang tidak tepat. Kalian kira selalu mengalami hal yang seperti itu tidak buat aku marah, lelah, sakit hati? Aku manusia dan masih punya perasaan. Mungkin terkadang terlihat cuek, tapi ucapan kalian akan selalu terpatri diingatanku. Maka menurutku, diam saja lebih baik daripada lebih sakit hati.

Tahu tidak? Semakin lama semakin sering aku merasa sepi. Kesepian.
Semua orang sibuk dengan dunianya masing-masing, dengan hubungannya masing-masing, dengan hidupnya masing-masing. 
Semuanya terlalu sibuk bahkan hanya sekedar untuk memberi 5 menit waktu untukku. 

Semakin lama, sepi itu semakin tidak enak ya. 
Ku harap kalian tak merasakan yang seperti itu.

Komentar