Aku mencintaimu.


Aku mencintaimu dengan sederhana, tanpa paksaan, tanpa beban.
Sesederhana aliran air yang mengalir dari ketinggian ke tempat yang jauh lebih rendah.
Aku mencintaimu begitu dalam, begitu jauh hingga ke dasar.
Sedalam aliran magma panas dalam perut bumi yang sulit dijangkau.
Aku mencintaimu dengan setulus hati dan sepenuh hati.
Walau aku tahu, terkadang mencintaimu akan menyakiti diriku sendiri.
Aku mencintaimu, dalam sunyi, dalam kesendirianku dengan begitu tenang.
Aku mencintaimu dengan sabar, bahkan mungkin ada saat aku terlalu sabar.
Aku mencintaimu dengan penuh perjuangan, tetap berusaha tanpa mau semua berakhir.
Aku mencintaimu dalam kebahagiaan,  dan aku juga mencintaimu dalam kesedihan.
Aku mencintaimu dengan segala kesalahan yang pernah kulakukan terhadapmu.
Aku mencintaimu, walau aku tahu berulang kali telah kulakukan menyakiti hatimu.
Aku mencintaimu dalam maafku atas segala salahku.
Aku mencintaimu dan tetap mencintaimu walau aku tahu berulang kali  telah kau lakukan menyakiti hatiku.
Aku mencintaimu dalam maafmu atas segala salahmu.
Aku mencintaimu dan masih akan selalu begitu.
Aku mencintaimu, dan aku berharap kamu mencintaiku.

Aku yang selalu ada disini, berdiam diri.
Aku yang selalu memandangmu dari kejauhan, dari sudut tergelap.
Aku yang selalu memandangmu, berharap kau kembali memandangku.

Suatu berkat yang indah bagiku dapat mengenal dirimu dalam hidupku.
Suatu berkat yang indah bagiku dapat menjadi salah satu tokoh dalam cerita kehidupanmu.
Suatu kebahagiaan bagiku dapat menjadi  salah satu yang spesial bagimu.
Suatu bahagia bagiku dan suatu sedih bagiku saat kau bersamaku dan aku bersamamu.

Komentar