- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kala itu hari dimana semuanya sendu
Mentari tak secerah biasanya
Sang mentari, dia meredup
Gumpalan awan tak seputih biasanya
Sang awan telah menggelap
Angin berhembus bersama dengan sekumpulan hawa dingin
Menggelitik daun-daun dipohon serta ranting-ranting kecilnya
Membuatnya menari dengan gemulai
Aku terdiam dalam pangkuan sang kursi
Bercengkrama bersama dengan sang jendela
Dengan segelas kopi hitam dalam genggamanku
Mataku menatap jauh hingga ke sudut tergelap dunia
Suara sang angin bernyanyi indah menghiasi pendengaranku
Aku tak sendiri dalam sendu yang kurasa
Ada alam yang menemaniku
Aku dan sang alam bersama-sama merasa sendu
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar