- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sudah setahun aku melewati
masa-masa kuliahku. Namun hingga detik ini, aku masih saja terjebak dengan
kenangan SMA ku, dengan kenangan yang kulalui bersama teman-teman sekelasku.
Bagiku, sungguh terasa sulit untuk lepas dari semua kenangan itu. Aku masih saja
sering mengenangnya. Aku mengenangnya saat dimana aku tak terlalu nyaman dengan
apa yang sedang kulalui saat ini. Aku mengenangnya saat dimana aku merasa
sedih. Aku mengenangnya saat dimana aku merasa senang. Aku mengenangnya saat
dimana aku merasa kesepian. Aku mengenangnya saat dimana aku benar-benar
merindukan semuanya.
Terkadang, bahkan sering sekali
aku membandingkan setiap teman sekelasku dimasa SMA dengan teman sekelasku
dimasa kuliah. Salah memang, tak seharusnya aku membandingkan mereka, karena
setiap orang punya sifat dan kebiasaannya masing-masing. Tapi, aku tetap saja
melakukannya, membandingkan mereka.
Ada saat dimana aku dan
imajinasiku memikirkan seandainya saja aku punya mesin waktu seperti yang
dimiliki doraemon, aku ingin sekali kembali kemasa SMA ku, memutar ulang
semuanya, berulang kali hingga aku benar-benar bosan dan mampu melupakannya.
Namun, seandainya tetap menjadi seandainya.
Aku merasa, perkataan yang
mengatakan bahwa masa SMA adalah masa yang akan sulit untuk dilupakan benar
adanya.
Tahun 2014, adalah tahap awal aku
memulai masa SMA ku. Pada awalnya, kuakui aku memang kurang nyaman dengan
teman-teman sekelasku. Namun walau begitu, aku tetap senang bisa berada
diantara mereka. Aku senang, karena aku masih bisa sekelas dengan temanku
Julian, orang yang menjadi mata kedua untukku sejak aku duduk dibangku IX SMP,
orang yang selalu meminjamkan bukunya untuk kusalin catatannya, orang yang akan
mengajakku bercerita ketika ketiga orang lainnya yang berada dalam kelompok
kami tak berbicara denganku untuk waktu yang cukup lama selama aku menghabiskan
masa IX SMP ku, dia jugalah orang pertama yang pernah kusukai dalam waktu yang
cukup lama hingga akhirnya aku memutuskan untuk berhenti menyukainya sejak
beberapa waktu lalu. Aku juga senang, aku dipertemukan dengan seorang teman
sebangku laki-laki yang cukup pendiam dan cukup canggung. Aku juga senang, aku
dipertemukan dan didekatkan kembali dengan salah satu teman sekelasku waktu IX
SMP, dimana sebelumnya komunikasi diantara kami tidaklah begitu baik. Aku juga
senang, ternyata aku bertemu lagi dengan lelaki yang telah berkalikali sekelas
denganku sejak aku TK hingga akhir SMA, ya walaupun hubungan komunikasi kami
tidak bisa dibilang baik. Aku juga senang dipertemukan dengan orang yang sebenarnya
bukan orang baru, karena semasa aku SMP aku telah sering mendengar nama dan
cerita tentangnya. Dia Dedy, orang yang sejak pertama kali aku berbicara
dengannya, dia selalu saja menggodaku dengan berbagai gombalannya bahkan
didepan kelas, didepan guru sekalipun. Aku juga senang dipertemukan dengan
teman baru bernama Samuel yang cukup seru buat diajak berteman. Masih teringat
dengan masa awal-awal SMA ku, ketika teman sekelasku harus dihukum mengutip
sampah diseluruh sekolah perkara mereka berfoto bersama hingga naik ke atas
meja, kelas kami yang saat itu didekat meja piket, membuat dengan mudahnya guru
piket mengetahui kelakuan mereka semua. Masih juga teringat kejadian dimana hp
teman sekelasku bisa hilang secara tiba-tiba hingga 2 kali kejadian atau 3 kali,
aku lupa. Masih juga teringat, ketika waktu itu aku sedang sakit kepala, dan
disaat yang sama kami belajar olahraga. Dikarenakan guru yg ditunggu lama
sekali datang, waktu itu kuputuskan saja untuk merebahkan kepalaku di atas meja
hingga akhirnya aku tertidur. Dan ketika tiba-tiba saja aku terbangun, kelas
sudah kosong, hanya aku seorang, dan ternyata semua temanku sudah sibuk bermain
di lapangan,haha. Dengan santainya aku menyusul mereka, hahaha. Aku juga ingat
dengan guru kimia pertamaku di SMA ini. Bu Tuti namanya. Belajar kimia sama dia
membuat kalian akan berusaha sekeras apapun demi mendapatkan nilai bagus dan
gak kena serentetan kalimat-kalimat yang cukup tidak enak untuk di dengar.
Masa-masa kelas X adalah masa dimana belajar kimia merupakan sesuatu yang
sangat ditunggu-tunggu. Setiap kali ibu itu memberikan latihan soal untuk
dikerjakan, dia sering sekali menetapkan waktu untuk menyelesaikan, dan
biasanya dia hanya kasih waktu sebentar karena soal yang dikasihnya juga paling
banyak 5 dan menurutnya itu mudah tapi menurut kami sebagian soal itu cukup
sulit. Tapi dengan seperti kami semua jadi berpacu untuk belajar dan dapat
nilai. Ketika dia mulai menghitung mundur dari angka 10, maka disaat itu juga
kalian semua akan menemukan kondisi kelas dengan suara ricuh yang meneriakkan
“tunggu buu” “sabarlah buu” “wee ini yang nomor terakhir gimanaaa” “aduh ini
gimanaaa tinggal satu lagi” atau teriakan seperti “ayo wee kumpul cepat” “yang
ini tuh kayak gini terus gini terus….” “ini buuu” “cepat wee cepatt” “wee wee
geser woy mau lewat aku”. Bukan hanya suara yang ricuh, kami semua juga sibuk
bergerak lari-lari ke depan kelas, bahkan ada yg sampai loncat kursi kemudian
lari-lari cepat ke meja guru, dan setelah sampai meja guru juga harus
berdempet-dempetan lagi berusaha meletakkan bukunya ke atas meja, mendadak kami
semua memiliki tangan yg lebih panjang dari biasanya. Kalau sudah berebutan
seperti itu, bahkan buku kami bisa sampai tak berbaju semua, sampulnya
rata-rata sudah robek. Aku pernah sampai harus lari buru-buru ke depan hingga
akhirnya sampul bukuku robek, dan ketika aku mau balik untuk kembali ke tempat
dudukku sudah banyak temanku yang berebutan untuk meletakan bukunya ke atas
meja, sehingga sulit bagiku untuk kembali ketempat dudukku, aku sampai terhimpit
dan akhirnya terjongkok dibawah, demi apapun sulit sekali buat bergerak, tapi
itu seruuuu.
Pertengahan tahun 2015, aku
memasuki kelas XI SMA. Dimasa itu, lebih banyak lagi kisah yang bisa kukenang
mengenai teman sekelasku. Bagiku, masa-masa ini adalah masa paling indah dari
keseluruhan masa SMA ku.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar