- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Aku, aku layaknya sang katak yang menanti hujan ditengah
musim yang kekeringan
Aku layaknya sebuah kepompong yang menanti untuk menjadi seekor kupu-kupu nan
indah
Aku layaknya sang bulan dan sang bintang yang selalu menanti matahari untuk
tenggelam
Aku, aku yang selalu menantimu
Dulu, terucap padaku bahwa kau hanya pergi sementara saja
Dulu, terucap padaku bahwa kau takkan lama
Dulu, kau katakan kau akan kembali untukku
Tapi, itu dulu
365 hari ku dalam setahun, kuhabiskan untuk menanti dirimu
Berusaha keras untuk tidak terlalu mengkhawatirkanmu
Berusaha keras untuk selalu berpikir kau baik-baik saja
Berusaha keras menahan rindu didalam diriku sedalam-dalamnya
Berusaha keras untuk bersabar
Kukira hanya itu, kukira hanya selama itu
Nyatanya aku salah
Kau pergi bukan hanya untuk sekali putaran musim kemarau dan musim hujan
Kau pergi untuk berkali-kali putaran musim
Kau pergi dan hilang tanpa setangkai kabar darimu
Aku rela, aku tak apa
Aku akan tetap tersenyum secerah sang mentari pagi
Aku akan tetap tersenyum seindah cahaya sang purnama
Aku akan tetap tersenyum walau jutaan pisau menggores hatiku
Tak apa jika memang kau ingin pergi
Tak apa jika memang kau tak mampu bersamaku lagi
Tak apa jika itu inginmu
Tapi setidaknya, tak bisakah ku dapat setitik kabar darimu?
Setidaknya, tak bisakah ku dapatkan selembar penjelasan darimu?
Tak bisakah ku dapatkan sebuah selamat tinggal yang langsung terucap oleh
dirimu?
Tak bisakah kau kembali sejenak hanya untuk pamit pergi dan tak kembali lagi
padaku?
Tak bisakah kau lakukan itu?
Kembalilah, walau hanya untuk sebentar saja
Kembalilah, walau kau tak bisa menetap lagi
Halo kamu, kembalilah
Kembalilah, walau hanya untuk pamit pergi lagi
Kembalilah, ini untuk yang terakhir kalinya
Kembalilah untuk sejenak saja
Katakanlah padaku bahwa kau tak akan
kembali lagi
Katakan padaku bahwa ini yang terakhir
Halo kamu, kembalilah untuk sebuah selamat tinggal terakhir
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar