Kisah

Kuliah. Ya, kini tahap itu sedang kujalani. Tapi, tak bisa kuingkari memang bahwa aku tak sepenuhnya menyukai tempatku menuntut ilmu untuk saat ini. Tak sesuai harapan, mungkin. Jauh dari ekspetasi, memang. 

Hampir segala hal yg kusukai tak bisa kulakukan di tempat itu. Dan hampir semua hal yang tak kusuka harus dan dengan sangat terpaksa harus kulakukan. 

Aturan. Ya, kuakui memang aturan itu ada untuk menciptakan kedisiplinan.  Tapi, terkadang terlalu terikat dengan peraturan juga tak benar-benar menimbulkan dampak baik.

Imbas dari ketidaksukaan ini memberi pengaruh terhadap segala  hal. Sulit untuk menyesuaikan diri. Sulit untuk beradaptasi. Sulit untuk memahami segalanya. Layaknya sebatang pohon jambu terletak ditengah gurun sahara. Bingung. 

Beradaptasi dengan orang sekitar pun sulit. Sangat sulit rasanya segala hal yg kujalani. Mungkin banyak orang akan mengatakan belajarlah untuk menyukainya maka semua akan terasa mudah. Berbicara tak semudah melakukan. Banyak orang disekitar, dan tak satupun yang benar-benar membuat nyaman. Mungkin ada, tapi tak sepenuhnya menyenangkan. Jika kubilang bahwa teman sekelasku di SMA tak seluruhnya menyamankan, maka disini jauh lebih parah. 
Salah satu teman dekatku sejak SMA mengatakan ‘kalau disana kau gak bisa nemukan teman yang kayak aku, seenggaknya kau carilah yg bisa kau ajak bicara biar ada temanmu’. Ya, mungkin ada yg bisa diajak bicara, namun hanya sebatas itu. 

Kuakui, menemukan seseorang yg benar-benar klop dengan dirimu bukanlah perkara mudah.

Terkadang terbesit kata ‘pergi’,  namun seperti biasanya berkata tak semudah melakukan. Menjalani sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya adalah benar-benar tantangan. Dan beralih untuk membelokan arah dari tempat impianmu berada juga adalah sebuah tantangan. 

Sangat sakit. Akan sangat sakit terasa bila orang-orang terdekat disekitarmu, tanpa pernah diduga malah medapatkan apa yg selama ini kau inginkan. Sakit rasanya, ketika mereka dengan asiknya menceritakan segala hal tentang apa yg mereka lakukan dalam pembelajarannya, menceritakan betapa menariknya semua hal itu. Dan kau, yang kau lakukan hanyalah mendengarkan, sambil menahan pilu dihatimu. Kau mendengarkan sambil memikirkan bahwa jika saja kau bisa meraih yg kau impikan, maka bisa saja kau akan lebih bahagia menceritakan segala pengalamanmu kepada orang terdekatmu. Namun nyatanya, ya begitulah, kau hanya mampu mendengarkan setiap kisah orang terdekatmu sambil tersenyum lebar sambil tertawa bahagia dengan rasa pilu terendam dalam hatimu.

Berpura-pura tegar. Berpura-pura kau bahagia menjalani semuanya bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Banyak rintik air ingin berjatuhan, namun kau dengan segenap usahamu menahannya agar tetap ditempatnya dan tak perlu untuk mengalir turun. Bertindak layaknya segala hal baik-baik saja juga bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Menahan sakit sendirian, juga bukanlah hal mudah untuk dilakukan. 
Namun kau harus, kau harus melakukannya dan mengatakan kepada dunia bahwa kau baik-baik saja, dan akan selalu baik-baik saja,

Komentar